BANJIR dan Sungai Balangan. Tak bisa dibantah lagi, keduanya ibarat bagian dari hidup penduduk yang berdiam di daerah ini. Dengan tujuh anak sungai, termasuk pertemuan dengan Sungai Tabalong, sungai sepanjang 231 kilometer itu kerap meluap di musim hujan dan menyebabkan banjir serta longsor. Yang terakhir ini belum lama terjadi di sejumlah ruas jalan di daerah Lampihong dan Paringin.

KEHIDUPAN tetap mengalir. Sungai Balangan berada di kawasan hutan Pegunungan Meratus di Provinsi Kalimantan Selatan. Sebagai wilayah hulu sejumlah sungai lain di Kalsel-Amandi, Barabai, Batang Alai, dan Sampanahan-kawasan tersebut merupakan “penjaga” sistem hidrologi, terutama untuk menjamin kelangsungan pasokan air daerah aliran sungai.

Berlandaskan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2003, Balangan “lepas” dari kabupaten induknya, Hulu Sungai Utara (HSU) pada 25 Februari 2003. Letaknya cukup strategis. Selain berada di jalur jalan negara Lintas Kalimantan yang menghubungkan Kalsel dengan Kalimantan Timur, juga terletak secara silang antara Amuntai (ibu kota HSU), Barabai (ibu kota Hulu Sungai Tengah/ HST), dan Tanjung (ibu kota Kabupaten Tabalong).

Seperti banyak dialami daerah baru lainnya, kabupaten ini juga sedang bekerja keras menata berbagai keperluan untuk keberlangsungan pemerintahan. Dengan kondisi tanah yang sebagian besar berbukit-bukit, kantor dinas, pemkab ataupun perumahan belum dibangun. Kalaupun ada, kebanyakan masih menempati bangunan lama bekas pembantu bupati dulu. Karyawan rata-rata tinggal di luar ibu kota kabupaten (Paringin), seperti Amuntai dan Tabalong. Jarak Paringin ke dua kota tersebut sekitar 30 kilometer.

Sarana lain, seperti listrik dan jalan cukup memadai. Adapun air, untuk sementara masih berstatus instalasi ibu kota kecamatan dengan kapasitas lima liter per detik. Terhadap kebutuhan ini, pemkab berencana membangun tambahan instalasi dengan target 20 liter per detik, dan sumber air tetap dari Sungai Balangan.

Bicara soal potensi, andalan daerah ini hampir 70 persen didominasi pertambangan nonmigas. Yang paling primadona adalah batu bara, sementara lainnya adalah bijih besi, minyak, marmer, bahan galian golongan C, dan batu gamping. Khusus batu bara, dari tiga perusahaan yang beroperasi, hanya satu yang mengeksploitasi penuh, yaitu PT Adaro Indonesia. Kegiatan perusahaan ini di tepi timur sub-cekungan Barito dekat Pegunungan Meratus.

Selain di Balangan (blok Paringin), hasil tambang ini diupayakan juga di Tutupan, wilayah perbatasan antara Kabupaten Balangan dan Tabalong. Dua tahun terakhir, produksi blok Paringin 137.248 ton (2002) dan 69.642 ton (2003). Tahun yang sama Tutupan menghasilkan 20.666.984 ton (2002) dan 22.422.806 ton (2003) batu bara. Pasar batu bara di kedua daerah ini sekitar 48 persen untuk diekspor ke negara-negara Asia (Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan), 21 persen ke negara-negara Eropa, 4 persen ke AS, dan 27 persen untuk pemasaran dalam negeri. Yang terakhir adalah untuk PLTU Paiton, Suralaya, dan pabrik semen di Jawa dan Sulawesi Selatan.

Kaya batu bara tak berarti tanah tidak subur. Dengan nilai kontribusi pertanian 21 persen, perkebunan bisa diandalkan Balangan. Dari total luas lahan pertanian potensial (38.577 hektar), baru 70 persen yang berfungsi. Meski sebagian besar tanah merupakan lahan kering, karet dan kelapa sawit merupakan komoditas penting.

Karet umpamanya. Sejak 1960-an HST dan HSU dikenal sebagai sentra karet di Provinsi Kalsel. Ketika karet lebih diintensifkan pada tahun 1998, kini Balangan memiliki lahan potensial sekitar 25.000 hektar. Dari luas itu, 6.000 hektar siap panen tahun 2005 dengan rata-rata produksi satu ton per hektar! Tahun 2003, dari total produksi 8.548 ton, Juai, Paringin, dan Halong merupakan penghasil utama tanaman bergetah ini. Bukan itu saja, Pemkab Balangan pun berencana membangun pabrik crumb rubber sendiri. Sebelumnya pengolahan getah karet di Kecamatan Banjang (HSU). Sebelum pemekaran, HSU bersaing ketat dengan tiga kabupaten penghasil utama karet di Kalsel, Tabalong, Banjar, dan Tapin.

Begitu pula sawit. Lahan yang tersedia sekitar 3.000 hektar, namun dalam waktu dekat akan ditambah 9.000 hektar plus sejumlah lahan perkebunan inti rakyat eks PT Perkebunan 13 yang juga lahan bekas karet tua. Tahun 2003, Juai tercatat sebagai penghasil utama dengan produksi 15.765 ton tandan buah segar dari luas tanam 2.109 hektar. Mengenai pengolahan, menurut dinas perkebunan setempat, sudah ada tawaran kerja sama dari Malaysia untuk membangun pabrik minyak kelapa sawit mentah.

Terlepas dari karet dan sawit, kedelai, getah pepaya, dan pisang talas merupakan komoditas perkebunan yang mempunyai nilai tambah untuk pengembangan hasil perkebunan. Kedelai misalnya, merupakan lanjutan program perkebunan HSU yang pernah berobsesi sebagai sentra seluas 10.000 hektar. Namun, setelah petani banyak beralih ke karet dan sawit, produksinya menurun. Empat tahun terakhir, tanaman ini banyak dihasilkan di Batu Mandi. Tahun 2001 produksinya 658 ton, sedangkan tahun lalu 406 ton dengan produktivitas 13,15 kuintal per hektar.

Getah pepaya pun mengalami nasib yang tak begitu cerah. Zat papain dari buah ini banyak diolah sebagai bahan kosmetik dan pelunak daging. Dari lahan sekitar 500 hektar di Kecamatan Juai, produksinya sempat mencapai 3.000 ton dengan harga per kilogram Rp 35.000. Sayang proyek ini tak berlanjut karena kontrak pembelian dengan swasta tak diperpanjang.

Harapan tampaknya lebih terlihat pada pisang talas. Dengan lahan sekitar 300 hektar, tanaman ini banyak terdapat di Halong. Pisang menjadi komoditas unggulan nasional. Rasanya lebih manis dan menjadi buah khas daerah dataran tinggi. Ia pun tahan hama yang biasa menyerang tanaman pisang. Tentang harga, per buah Rp 100 dengan perhitungan satu tandan 300 buah! Perhitungan ini berbeda dengan jenis pisang lain yang dijual tandan per kilogram. Cara jual ini unik karena merupakan tradisi. Yang jelas, sebagian besar lahan kebun pisang adalah milik masyarakat setempat. Selain dijual ke pasar lokal, juga dipasarkan ke Kalteng dan Kaltim.

Krishna P Panolih/Litbang Kompas [Kompas, Kamis, 25 Maret 2004]

One Response to “Selintas Balangan”

  1. Balangan saat ini sedang mulai ada perbaikan dari segi jalan raya,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: